Berdasarkan novel kontroversial berjudul Tell Me a Lie karya Jang Jung-il—yang membuat penulisnya sempat dipenjara—film ini menceritakan hubungan sadomasokis antara seorang pemahat berusia 38 tahun bernama J dan seorang siswi SMA berusia 18 tahun, Y. Hubungan mereka dimulai dari rasa penasaran yang kemudian berkembang menjadi obsesi seksual yang intens dan eksperimental, melibatkan berbagai praktik BDSM yang digambarkan secara gamblang.
Hubungan mereka berawal dari fantasi dan percakapan telepon, yang kemudian berkembang menjadi pertemuan fisik. Alih-alih menjalani romansa konvensional, keduanya terjebak dalam hubungan sadomasokisme (BDSM) yang ekstrem. Mereka mengeksplorasi rasa sakit, dominasi, dan ketundukan melalui ritual cambuk, pukulan, dan berbagai eksperimen seksual lainnya. Seiring berjalannya waktu, batas antara rasa sakit fisik dan kepuasan psikologis menjadi kabur, membawa keduanya ke dalam spiral obsesi yang sulit dilepaskan. Mengapa Film Ini Memicu Kontroversi Besar?
The film is often studied today as a provocative piece of "New Korean Cinema" that pushed the boundaries of what could be shown on screen and challenged the moral status quo of the late 1990s. nonton lies korea 1999
Alur cerita film Lies berpusat pada hubungan gelap yang tidak biasa antara dua karakter utama yang hanya diidentifikasi dengan inisial nama:
Pada pertemuan pertama mereka di hotel, Y dan J langsung melakukan hubungan intim. Awalnya Y mendominasi, namun tak lama kemudian J mengambil alih kendali dan melakukan hubungan seksual secara anal dan oral pada Y. Berdasarkan novel kontroversial berjudul Tell Me a Lie
Ingin saya cari layanan streaming resmi yang menawarkan judul ini di wilayah Anda? Jika ya, sebutkan negara Anda atau izinkan saya mengetahui lokasi Anda.
A man stuck in a creative and emotional rut. Mengapa Film Ini Memicu Kontroversi Besar
Director Jang Sun-woo said in an interview, "Everyone lies in love. We say 'I love you' to get sex. We say 'I respect you' to get money. Lies removes the filter."
: Shot in a semi-documentary style, the film includes spliced-in interviews with the director, author, and cast discussing their discomfort with the material.